Gerakan Pangan Murah Kota Prabumulih 2024: Upaya Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan
Related Articles
- Sosialisasi Penanganan Permukiman Kumuh KORKOT 2 Prabumulih
- Vidcon Pelaksanaan Rapat Koordinasi Program Penerbitan Barang Milik Daerah
- VIDCON bersama Menkopolhukam, Mendagri, Menkeu, Ketua KPK, Jaksa Agung, Kasatgas Penanganan Covid – 19, Kepala BPKP, Kepala LKPP, Kabareskrim Polri dan Ketum TP PKK dengan Gubernur dan Bupati / Walikota seluruh Indonesia dalam Rangka Meningkatkan Efektivitas Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID 19) di Ruang Rapat Lt.1 Pemerintah Kota Prabumulih
PRABUMULIH – Pemerintah Kota Prabumulih, melalui Dinas Ketahanan Pangan, kembali menggelar Gerakan Pangan Murah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Bola Kaki Jln. M.Yusuf Rt.02/Rw.05, Kel. Sukajadi, Kec. Prabumulih Timur, Rabu (4/12/2024).
Penjabat Walikota Prabumulih H. Elman, ST, MM menyatakan bahwa program ini merupakan respons atas potensi fluktuasi harga menjelang akhir tahun, yang biasanya disebabkan oleh peningkatan permintaan masyarakat terhadap bahan pangan pokok. Gerakan Pangan Murah juga bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dalam menghadapi kenaikan harga yang kerap terjadi di pasaran.
“Kami memastikan bahwa masyarakat mendapatkan akses bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau. Ini adalah komitmen kami untuk menjaga kesejahteraan masyarakat Prabumulih,” ujarnya dalam sambutannya saat pembukaan kegiatan.
Dalam program ini, sejumlah bahan pangan seperti beras SPHP, gula pasir, minyak goreng, telur, cabai, bawang merah, dan bawang putih dijual dengan harga subsidi. Contohnya, harga beras SPHP dijual Rp 11.600 per kilogram, lebih murah dari harga pasar yang berkisar Rp 12.550 per kilogram. Minyak goreng juga ditawarkan seharga Rp10.000 per liter, lebih rendah dari harga pasar yang mencapai Rp 16.000 per liter.
Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Prabumulih, program ini dilaksanakan berkat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Urusan Logistik (Bulog), pelaku usaha, dan distributor pangan lokal. “Melalui sinergi ini, kami dapat memastikan pasokan yang cukup dan harga yang stabil di tingkat masyarakat,” jelasnya.
Pemerintah berharap langkah ini tidak hanya mampu menjaga stabilitas harga tetapi juga mendukung ketahanan pangan masyarakat Kota Prabumulih.














